AgenBolaJudi.net - Info Agen Bola dan Berita Pertandingan Bola
Dalam partai Liga Primere Inggris pekan ini akan menjadi laga yang sangat menentukan buat kedua tim Manchester. Kedua tim tersebut kini sama-sama membekukan 86 poin yang sama. namun dengan keunggulan agregat 8 gol yang di miliki oleh Manchester City berhasil menduduki puncak. Hal tersebutlah membuat tim besutan Roberto Mancini selangkah lebih maju untuk menjadi juara di musim ini. gelar yang sudah di idam-idamkan sejak tahun 1968, di laga pamungkas nanti The Citizen akan menghadapi Queens Park Rangers di Etihad Stadion,
Sedangkan sang rival Manchester United akan bertamu ke Stade Of Light markas utama dari Sunderland, peluang untuk menjadi juara di musim ini masih terbuka lebar. Memang sangat sulit buat tim besutan Sir Alex Ferguson akan mencetak 8 gol kemenganan kegawang Sunderland. Jadi harapan besar buat sang pelatih untuk menjadi juara di musim ini tergantung hasil yang akan di terima oleh sang rival Manchester City saat menjamu Queens Park Rangers. yang jelas Queens Park Rangers akan bermain habis-habisan untuk memetik kemenangan karena di musim ini posisi dari tim tersebut sangat terancam kalau hasil biuruk yang akan diterima maka di musim depan Queens Park Rangers akan turun kasta.
Mungkin hal tersebut tidak akan mudah mengalahkan Manchester City di kandang. The Citizen mungkin di atas angin hal tersebutlah yang membuat percaya diri yang sangat tinggi buat para pemain Manchester City selain di unggulkan bermain di depan para pendukungnya selain hal tersebut catatan baik di punyai oleh tim besutan Roberto Mancini di lima laga terakhir yang sudah dilakoninya berhasil memetik kemengan aplagi di musim ini dari 18 laga yang di lakoni di Etihat berhasil memetik 17 kemenangan. Sedangkan lawannya Queens Park Rangers dari 18 laga yang sudah berjalan tim tersebut hanya berhasil memetik 3 kali kemenangan dan sisanya menelan hasil yang buruk.
Sir Alex Ferguson berharap besar kepada Queens Park Rangers untuk memenangi laga tersebut hal yang sama di ungkapkan oleh gelandang tengah Manchester United. Mungkin menjatuhkan Manchester City di laga kandang sangat sulit tapi masih ada harapan. Yang jelas dirinya dan rekan-rekan setimnya masih percaya di musim ini akan menjadi juara. Di musim ini gelar juara akan di tentukan oleh dua tim yaitu Queens Park Rangers dan Sunderland. Queens Park Rangers akan berusaha untuk menang di lagan anti untuk lolos dari zona Degradasi sedangkan Sunderland dengan posisinya ke 10 kemungkinan di laga tersebut tidak ada beban. Iming bonus besar yang akan di berikan oleh sang pemilik asal di musim ini akan menjadi 10 besar hal tersebut akan menjadi dorongan untuk memetik poin maksimal jika di laga pekan ini Sunderlan gagal menang maka bonus yang akan di berikan tidak akan sebesar bila hasil sebaliknya. Jika keduanya berhasil memetik hasil maksimal alhasil Manchester City yang akan menjadi juara jika sebaliknya tetap saja Manchester City yang akan juara
Mungkin jika kita sekilas membaca judul yang terpampang di atas, kita akan merasa penasaran siapa sebenarnya yang memiliki kemiripan dengan pelatih Juventus yakni Antonio Conte. Pasti yang kita kira adalah kemiripan wajah, namun sebenarnya bukan itu. Bukan kemiripan wajah atau penampilan fisik yang serupa dengan Conte, namun gaya yang mereka punya dan prestasi yang ia ciptakan. Memang di musim ini merupakan masa kejayaan Conte kala membina Juventus. Perjalanan Juventus sepanjang musim memang terbilang luar biasa hingga akhirnya ia bisa menjuarai Liga Serie A Italia musim 2011-2012. Scudetto ke 28 yang diraih oleh Juventus secara hukum ini merupakan nilai lebih bagi sang pelatih, ia merasa sangat puas akan torehan tinta emas di musim ini.
Pujian pada Conte dilontarkan oleh Marcello Lippi. Ia menuturkan bahwa Conte telah berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik, dan bahkan mengerjakannya lebih baik dari siapapun. Ia melanjutkan bahwa berkat kinerja maksimalnya di musim ini, para skuadnya bisa merasakan pengalaman hebat, tangis dan tawa telah didapat mereka sepanjang musim ini, kini Juventus telah bangkit menjadi tim yang begitu hebat. Dengan prestasi tersebut, banyak pihak menyamakan dirinya dengan Giovanni Trapattoni dan Marcello Lippi sendiri yang sama-sama pernah menjadi kunci sukses Juventus untuk meraih Scudetto.
Penyamaan lain atas Conte diutarakan oleh Alessio Tacchinardi yang menyatakan bahwa perolehan prestasi dari Conte bisa menyamai pelatih Real Madrid yakni Jose Mourinho. pribadi Conte yang selalu bisa menjadi pemimpin di atas lapangan serta pengalamannya yang lumayan banyak di atas lapangan hijau membuatnya sudah berada satu jalan dengan pelatih berjuluk The Special One yang tak lain adalah Jose Mourinho. ia juga melanjutkan bahwa Juventus memang pantas untuk meraih Scudetto karena gaya bermain mereka begitu menghibur dan dinamis. Perpaduan itu membuat skuad didikan Conte merupakan hal yang luar biasa.
Penyamaan selanjutnya dituturkan oleh salah satu pemain veteran AC Milan yakni Gennaro Gattuso. Ia mengaku kagum pada Conte yang sangat perhatian pada para skuadnya dengan terus mengucurkan motivasi yang sifatnya membangun. Cara berbicara Conte dianggap mirip dengan aktor Hollywood yang bernama Al Pacino. Gattuso menyatakan bahwa gaya berbicara Conte sama dengan aktor pemeran trilogi Godfather tersebut. Ia mengaku kaget ketika mendengar Conte berbicara pada timnya, disaat itu Gattuso yang sedang berolahraga sontak berhenti kemudian meloncat ke sofa untuk mendengarkan Conte via televisi. Dan Gattuso menyatakan kekagumannya pada skuad tim berjuluk Si Nyonya Tua itu atas keberhasilan mereka meraih Scudetto. Ia mengungkapkan bahwa torehan prestasi Juventus tersebut sama sekali tak mengganggu pikirannya karena ia merasa keberhasilan semacam itu sangat pantas didapat dari buah kerja Conte dan para anak asuhnya.
Robin van Persie lahir di Rotterdam, Belanda, 6 Agustus 1983. Van Persie lahir dari keluarga seniman. Ibunya, José Ras adalah seorang pelukis dan desainer perhiasan yang juga pengajar anak-anak berkebutuhan khusus. Ayahnya, Bob seorang pematung. Setelah mereka bercerai, Van Persie tinggal bersama ayahnya. Sejak kecil, Van Persie becita-cita menjadi seorang pesepakbola terkenal, dan masuk dalam skuad tim nasional negaranya, Belanda. Cita-citanya pun akhirnya terwujud. Saat ini, Van Persie merupakan penyerang utama tim nasional sepak bola Belanda. Ia termasuk anggota Tim Oranye, julukan bagi timnas Belanda, yang memperkuat negara tersebut di Piala Dunia 2006, Piala Eropa 2008, dan Piala Dunia 2010.
Bukan hanya di tingkat nasional, karir Van Persie yang sekarang berusia 28 tahun, telah menjelma menjadi tumpuan bagi klub yang di belanya saat ini, Arsenal. Van Persie telah bergabung bersama Arsenal sejak tahun 2004, dan mulai mengemban tugas menjadi kapten Arsenal sejak 16 Agustus 2011, menggantikan peran sebelumnya yang di pegang oleh Cesc Fabregas. Namun Fabregas memilih pindah ke Barcelona, sehingga pelatih The Gunners saat ini, Arsene Wenger menugaskan tampuk kepemimpinan di lapangan atas dirinya.
Namun akhir-akhir ini, masa depan Van Persie di Arsenal menjadi pembahasan menarik karena kontraknya berakhir tahun depan. Striker yang sudah mencetak 25 gol di Liga Primer Inggris itu pernah mengatakan baru akan membahas masa depan karier begitu musim berakhir. Peran RVP di lapangan sangat jelas sekali. Ia merupakan tulang punggung tim. Hampir semua gol The Gunners tak lepas dari perannya di lapangan, baik sebagai pencetak skor, maupun lewat assist-assistnya. Hingga saat ini, ia sudah mencetak 25 gol di musim ini, dua diantaranya dibuat ke gawang Liverpool, Sabtu silam dan membawa timnya menang dengan skor 2-1. RVP tampil sangat cemerlang di musim ini. Total ia sudah menorehkan total 32 gol dalam 37 kali penampilannya. Tak heran bila ada yang bilang, separuh bahkan lebih, kekuatan Arsenal bergantung pada peformanya.
Memiliki tinggi badan 183 cm, ia dikenal dengan kemampuan dribble bolanya yang mengagumkan, dan tendangan kaki kirinya yang keras. Tak heran jika ia di anggap merupakan salah satu penyerang paling mematikan di kompetisi Liga Primer Inggris saat ini. Kemampuan dan gaya permainannya sering dibandingkan dengan legenda sepak bola Belanda Marco Van Basten. Namun RVP, begitu panggilan para fans untuk dirinya, tetap menunjukan kerendahan hatinya, dan menganggap keberhasilannya saat ini tak lepas dari peran pelatih, rekan-rekannya di tim, serta para pendukung yang selalu memberinya dukungan dan kepercayaan. Kepercayaan itu di bayarnya lewat penampilan yang cemerlang selama membela The Gunners, Arsenal. Hingga saat ini, ia sudah mencetak 25 gol di musim ini, dua diantaranya dibuat ke gawang Liverpool, Sabtu silam dan membawa timnya menang dengan skor 2-1. RVP tampil sangat cemerlang di musim ini. Total ia sudah menorehkan total 32 gol dalam 37 kali penampilannya.
Sir Alex Ferguson yang merupakan selaku pelatih tunggal klub Liga Premier Inggris, Manchester United tengah diketahui sedang melihat pertandingan salah satu tim di Liga Prancis. Dan pertandingan yang dilihatnya tersebut ialah antara tim Lille dengan Lyon. Niat Sir Alex Ferguson memang hanya terfokus terhadap salah satu pemain muda Lille yaitu Eden Hazard yang selalu diberitakan termasuk pemain muda yang menjadi rebutan timnya. Banyak kalangan yang memberikan penilaian bahwa sang pelatih memang sangat kepincut dengan performa Hazard. Sehingga wajar kalau ketika itu sang pelatih memantaunya sampai ke tempat sang pemain bermain di liganya. Merupakan sebuah usaha yang sangat bagus karena bisa langsung mengetahui bagaimana pemain tersebut bila ada di klubnya. Semua itu nantinya akan menjadi sebuah pertimbangan untuk membeli sang pemain atau malah tidak.
Dilansir dari salah satu media yang dipercaya telah dijelaskan bahwa beberapa awak media telah melihat secara langsung Sir Alex Ferguson di salah satu tempat duduk di pertandingan tersebut. Ketika itu Lyon malah yang berhasil memenangkan pertandingan dengan skor tipis 2-1. Sebelumnya telah diberitakan mengenai sosok Ferguson yang merupakan pelatih paling lama di Kancah Liga Premier Inggris. Manchester United dan Arsenal adalah tim Inggris yang paling lama mempertahankan pelatihnya. Di Manchester United ada Sir Alex Ferguson yang sudah menjadi pelatih selama 25 tahun.
Dari awal pertama menjadi pelatih di Manchester United, Sir Alex Ferguson membutuh waktu hampir 4 tahun untuk memberikan gelar kepada Manchester United dengan menjuarai Piala FA pada tahun 1999 setelah berhasil mengalahkan Liverpool yang pada saat itu Manchester United yang kurang diunggulkan namun dengan semangat juang dari para pemain Setan Merah berhasil mendapatkan gelar tersebut. Padahal pada waktu itu Liverpool yang menjadi tim yang hampir semua gelar di dapat. Sir Alex Ferguson baru bisa memberikan gelar liga Primere Inggris pada tahun 1993. dari tahun 1986 Manchester United sudah berhasil mendapatkan puluhan gelar yang di berikan oleh Pelatih yang berkebangsaang Skotlandia Sir Alex Ferguson.
Manchester United disulap menjadi tim yang sangat disegani oleh Eropa maupun dunia. selama 25 tahun menjabat sebagai pelatih Sir Alex Ferguson berhasil memberikan 23 gelar kepada Manchester United di antaranya 12 gelar Primere Inggris, 2 gelar Liga Champions Eropa, 5 gelar Piala FA, dan sisanya Piala Carling Cup. Namun sayang di musim ini menurunnya performa Manchester United setelah gagal di fase grup liga Champions Eropa dan hasil tersebut adalah hasil terburuk buat sang pelatih namun masih menyisakan 2 kompetisi liga Primere dan Piala FA dan keduanya Manchester United berpeluang menjadi juara. Sedangkan Arsenal dengan pelatih Arsene Wenger hal tersebut lain dengan Sir Alex Ferguson yang sudah banyak memberikan gelar kepada Manchester United. Namun Arsene Wenger gagal memeberikan gelar kepada Arsenal selama 7 tahun.
Laga 16 besar Liga Champions sudah berakhir, delapan dari 16 tim sudah lolos kebabak perempat final. Kini para tim menunggu hasil udian UEFA, apa klub yang dihapinya. Ada beberapa klub yang sudah siap menghadapi babak delapan besar itu meski bertemu dengan tim-tim elit lainnya. Salah satunya muncul dari dataran Inggris. Chelsea yang merupakan klub satu-satunya klub Inggris yang berhasil lolos kebabak delapn besar itu memang sudah siap menghadapi tim mana saja di delapan besar nanti. Hal itu diungkapkan oleh salah satu pomain kunci mereka, Fank Lampard. Gelandang Chelsea ini menyebut The Blues kini tak gentar dengan lawan apa pun setelah memastikan lolos ke delapan besar lewat laga dramatis. Chelsea menang telak 4-1 atas Napoli di laga leg 2 babak 16 besar Champions League dan lolos lewat babak perpanjangan waktu.
Chelsea memulai laga dengan tertinggal dua gol dari sang lawan, Napoli atass hasil laga leg 1 di Italia. Akan tapi, anak asuh Roberto Di Matteo mampu memberikan perlawanan yang cukup heroik untuk menyamakan kedudukan menjadi 3-1 hingga waktu normal di Stamford Bridge. Gol pembuka The Blues tercipta pada menit ke 29 lewat strikeer andalannya, Didier Drogba, kemudian Chelsea mampu mennyamakan ketertinggalan lewat aksi sang kapten kesebelasan, John Terry di menit ke 48. Chelsea sempat tertinggal setelah Gokhan Inler berhasil bawa Napoli ungguli The Blues di menit ke 55. Namun penalti Lampard mampu kembali samai agregat menjadi 4-4 di menit ke 75. Gol penentu kemenangan The Blues berhasil dicetak oleh Pemain belakang Chelsea, Branislav Ivanovic. Ivanovic berhasil bawa Chelsea kembali ungguli agregat menjadi 5-4 lewat gol yang dicetaknya ada menit ke 105 babak perpanjangan waktu.
Di babak 8 besar, tampaknya tantangan The Blues semakin berat. Sebab di sana sudah menunggu dua klub raksasa Spanyol, yaitu Barcelona dan Real Madrid yang merupakan klub yang paling difavoritkan di ajang ini. Akan tetapi, Fank Lampard mengaku tak takut dengan kekuatan yang dimilki duo Spanyol tersebut. Ia menyebutkan bahwa mental pasukan Chelsea saat ini sangat siap untuk menghadapi tim mana pun, termasuk Barcelona dan Real Madrid. Mengalahkan Napoli setelah sebelumnya tertinggal dua gol merupakan modal bagi Chelsea untuk bisa hadapi tim-tim besar lainnya.
Pemain tengah tim nasional Inggris ini juga menegaskan atas hasil dramatis di Stamford Bridge itu seakan-akan menjawab inkonsistensi penampilan klub asal London barat itu di musim 2012 ini. Lampard menyebutkan bahwa hasil itu tentu saja sangat hebat, serta sangat penting sebab timnya kami berhasil menunjukkan semangat dan keinginan yang besar untuk bertahan di kompetisi terbesar level Eropa itu. Meski ia mengakui bahwa di musim ini memang sulit bagi The Blues. Belakangan ini terbelut masalah internal, termasuk dipecatnya AVB dari kursi kepelatihan Chelsea pada tanggal 4 Maret lalu.
Pada era dimana sepak bola belum begitu sistematis seperti sekarang, nama pemain ini ternyata bahkan mampu mengangkat nama Indonesia menjadi tim yang disegani oleh banyak negara lain termasuk Rusia dan Yugoslavia yang notabene merupakan negara raksasa dalam urusan sepak bola. Ramang, pesepakbola asal Makasar yang ternyata mampu melanglang buana hingga ke manca negara berkat talenta alaminya sebagai seorang pebola. Ramang terlahir di Makassar pada tahun 1928 silam. Bakat sepak bola luar biasa yang dimilikinya berasal dari sang ayah, Nyo’lo, seorang ajudan raja Gowa Djondjong Karaenta. Pada usia 19 tahun Ramang sudah bergabung dengan sepak bola Makassar Voetball Bond (MVB) atau yang kini lebih dikenal dengan nama PSM. Dalam sebuah kompetisi, Ramang yang barusaja diajak bergabung oleh MVB langsung membuktikan kepiawaiannya dengan mencetak 7 gol dari skor 9-0 yang diperoleh timnya dalam pertandingan tersebut. Prestasi Ramang ternyata bukan hanya gemilang di tingkat klub saja.
Di kancah internasional, nama Ramang menjadi sosok yang cukup ditakuti oleh panjaga gawang dan lini belakang tim manapun juga. Dari semua pertandingan yang dilakoni PSSI dengan beberapa negara Asia lain seperti Filipina, Hongkong, Muangthai, dan Malaysia, Ramang memborong 19 gol dari total 25 gol yang tercipta di PSSI. Ketajaman Ramang dalam mencetak gol kontan saja menjadikan namanya menjadi perbincangan di dunia sepak bola Internasional. Tercatat beberapa negara dengan tradisi sepak bola kuat seperti Yugoslavia, Rusia, dan RRC sampai ingin beruji coba dengan Indonesia karena tertarik dengan sebuah nama yakni Ramang. Bukan itu saja, sejumlah klub besar seperti Stade de Reims yang terkenal dengan si kaki emasnya Raymond Kopa, Locomotive Moskow, dan Grasshopers sampai ingin berujicoba dengan PSM karena tertarik ingin melihat sejauh mana kepiawaian Ramang dalam mencetak gol.
Ramang mempunyai sebuah teknik andalan dalam mencetak gol yang mampu membuat setiap penonton berdecak kagum yakni tendangan salto atau tembakan akrobatik. Bahkan kiper legendaris sekelas Lev Yashin pun nyaris kebobolan oleh tendangan Ramang jika saja sesaat sebelum tendangan akrobatik Ramang mengenai bola tak ada pemain Rusia yang menarik baju Ramang dari belakang. Menjelang masa tuanya, Ramang kemudian beralih profesi menjadi seorang pelatih. Berbekal pengalaman segudang dan teori yang didapatkannya dari para pelatih timnas yang menjadi mentornya sewaktu masih menjadi pemain bola, Ramang berhasil mengantarkan PSM menjadi salah satu klub yang disegani di tanah air.
Sayang, persyaratan akademis yang mengharuskan seorang pelatih bisa diakui jika sudah memiliki sertifikat pelatih membuat Ramang yang hanya lulusan Sekolah Rakyat tanpa ijazah tersebut kemudian tak bisa berkiprah banyak dalam dunia kepelatihan. Di akhir usianya, Ramang harus menutup mata dengan kondisi yang mengenaskan karena hidupnya selalu berada di bawah bayang-bayang kemiskinan akibat penghasilan yang didapatnya sebagai pelatih bayangan yang tak seberapa. Radang paru-paru yang dideritanya selama enam tahun tak mampu diobatinya karena biaya yang tak memadai telah merenggut hidupnya. Pemain ini memang telah lama dilupakan lantaran sudah tidak terdengar lagi kabar beritanya, namun prestasi yang dicapainya merupakan hal yang sangat dibanggakan.
Persiku Kudus yang merupakan salah satu peserta Liga Divisi Utama Indonesia tengah berhasil meraih hasil positif atas salah satu pertandingan yang dianggapnya sangatlah penting. Kala itu klub Persiku Kudus melakukan pertandingan dengan lawannya Persebaya Surabaya beberapa waktu yang lalu. Dengan begitu telah menjadi sebuah arti bahwa tim-tim yang sama sekali tidak diperhitungkan oleh beberapa pihak bisa berhasil menunjukkan kelasnya dengan mengalahkan tim yang menjadi kandidat juara. Akan tetapi dibalik kemenangan fantastis tersebut terlihat ada permasalahan yang masih menyelimuti klub Persiku Kudus yaitu kondisi tim yang masih belum jelas karena apa yang telah dilakukan oleh para pemain di lapangan dirasa tidak sebanding dengan apa yang mereka dapatkan. Hak yang seharusnya didapat malah masih terkatung-katung tidak ada kejelasan. Banyak kalangan yang memberikan penilaian bahwa gaji setiap pemain harus bisa terealisasi dengan nyata. Karena itu semua sangatlah berpengaruh terhadap performa tim secara keseluruhan. Maka daripada itu harusnya pihak klub lebih cepat dalam menangani permasalahan tersebut.
Riono Asnan yang bertindak sebagai pelatih tunggal mengungkapkan bahwa dirinya sangat senang dengan apa yang telah diberikan oleh para pemain. Mental bertanding yang telah diperlihatkan sangatlah patut diacungi jempol. Dirinya miris setelah mendengar bahwa para pemain masih belum mendapatkan gaji selama kurang lebih 3 bulan ini. Akan tetapi bentuk permainan mereka masih sangat bagus. Sebelumnya telah diberitakan mengenai salah satu peserta di Divisi III yang masih buta akan kekuatan lawan-lawannya. Babak yang ketiga dari kompetisi amatir dari Divisi III Zona Jawa telah kembali untuk digulirkan dan juga kembali untuk dilangsungkan.
Pada beberapa waktu yang lalu di dalam lapangan Surabaya, sebanyak empat tim akan segera adu tangguh dan juga adu kekuatan untuk mendapatkan satu tiket untuk dapat berhasil lolos dari group II B Divisi III zona Jawa yang telah digulirkan ini. Beberapa tim yang mengikuti dan juga menjalani ajang itu adalah tim Arek Suroboyo, Assyabaab Bangil, Persiharjo Sukoharjo, dan juga tim PSIP Pemalang. Sebagai tim tuan rumah, maka tim Arek Suroboyo memang memiliki beberapa keuntungan tersendiri yang dapat membuat mereka menjadi lebih unggul dari tim yang lainnya.
Beberapa keuntungan itu adalah antara lain selain mereka lebih mengenal kondisi dari lapangan pertandingan, juga sorakan dan juga dukungan yang diberikan oleh para penonton di Surabaya dapat mempertebal dan juga membuat mental dari Adi Setya dan juga para pemain yang lainnya dapat menjadi semakin tebal dan tangguh. Di dalam laga pertandingan perdana di dalam hari ini maka tim Arek Suroboyo akan segera berhadapan dengan tim Persiharjo Sukoharjo.
.
Sebuah pertandingan laga eksibisi yang dihelat untuk ikut serta memeriahkan gelaran dari Kongres Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) antara Timnas Indonesia melawan tim kesebelasan Persepar Palangkaraya dinilai sangat memuaskan para pecinta sepak bola di Palangkaraya. Pertandingan yang langsung digelar di Stadion Tuah Pahoe Palangkaraya kemaren itu mampu membuat para penonton yang ada di sana sangat puas dengan penampilan yang ditampilkan oleh pertahanan skuad Garuda itu yang dipimpin oleh pemain asing asal Belanda, Irfan Bachdim dan kawan-kawannya. Hal itu terbukti dapat memeriahkan acara Kongres Tahunan yang diadakan oleh organisasi PSSI yang memang digelar untuk memeriahkan acara tersebut.
Pasalnya, pertandingan antara Timnas Garuda dan Persepar Palangkaraya itu ditonton oleh lebih ribuan penonton, dan bahkan penonton yang ikut memeriahkan pertandingan tersebut tidak hanya dari lokal Palangkaraya saja, namun ada juga yang dari luar. Menurut Sigit, yang merupakan salah satu anggota dari panitia Pertandingan tersebut mengungkapkan bahwa tiket yang disediakan oleh panitia pertandingan tersebut habis tidak ada satu pun yang tersisa. Namun, pihaknya tidak tahu tentang persediaan tiket yang yang disediakan oleh pihak panitia tapi yang jelas ia mendapatkan kabar bahwa seluruh tiket habis terjual, tambahnya. Berdasarkan, pemantauan yang dilakukan oleh wartawan, pada pertandingan tersebut penonton yang memadati tribun-tribun Stadion tersebut tidak kurang dari sepuluh ribu orang.
Selain di tribun Stadion yang hanya berkapasitas sekitar tujuh ribu penonton, pasalnya masih banyak lagi penonton yang menyaksikan jalannya pertandingan di tepi lapangan Stadion di Palangkaraya itu. Sepanjang pertandingan persahabatan tersebut dalam melawan tim kesebelasan tuan rumah Persepar Palangkaraya, skuad Garuda Indonesia itu bermain dengan baik tanpa adanya emosi yang tercuat. Kedua tim sama-sama dapat menahan emosi dan baik dalam bermain. Pertandingan tersebut, berakhir dengan skor yang sama yaitu 2-2. Meskipun demikian, dari pihak Timnas Indonesia tidak merasa iri dengan hasil yang diperoleh oleh tim lwannya. Permainan yang ditampilakannya itu memang membuat kedua pertahanan menunjukkan sama-sama kuat, meskipun dibilang kalau skuad dari pertahanan Timnas itu terdiri dari beberapa pemain yang berada di papan atas.
Pasalnya, dalam pertandingan ini, tim kesebelasan Persepar Palangkaraya unggul lebih dulu dari pada klub Timnas itu. Gol pertama tim kesebelasan Persepar Palangkaraya itu dicetak oleh pemain Robert Kwateh melalui tendangan bebas yang ia lepaskan. Sedangkan, dari pihak skuad Timnas Indonesia membalas dengan serangan balik dan akhirnya membuahkan hasil dengan dua gol sekaligus. Gol pertama bagi skuad pertahanan Timnas Indonesia itu dibuat oleh pemain Samsul Arief. Sedang gol yang kedua itu tercipta ketika menjelang pertandingan babak pertama itu akan selesai. Namun, setelah itu tim kesebelasan Persepar Palangkaraya tidak merasa putus asa dan terus melakukan serangan ke pertahanan skuad Garuda Indonesia, dan akhirnya membuahkan hasil ketika pertandingan tinggal beberapa menit melalui pemain penyerang tim kesebelasna Persepar Palangkaraya yaitu Faisal.
Dani Alves yang merupakan salah satu pemain belakang andalan klub Laliga Spanyol, Barcelona tengah memberikan keyakinan yang sangat tinggi terhadap peluang timnya di kancah liga domestiknya. Sang pemain menilai timnya Barcelona masih ada kesempatan untuk bisa menjadi yang terbaik di kompetisi musim 2011-2012 ini. Harapan tersebut ketika saat ini jarak antara timnya Barcelona dengan Real Madrid yang sudah mengerucut menjadi delapan setelah sebelumnya beda jauh 10 poin. Banyak kalangan yang memberikan penilaian bahwa dengan bermodalkan semangat yang tinggi dan juga berhasil konsisten menjaga kemenangan di setiap pertandingannya maka dengan itu tim telah bisa membuat peluang untuk bisa menjadi juara akhir musim. Walau memang akan terasa sangatlah tidak gampang.
Dani Alves mengungkapkan bahwa dirinya mulai berharap bahwa kemenangan tersebut bisa diraih sampai nanti akhir musim. Dan secara tim sang pemain langsung merasa optimis bahwa itu akan dengan mudah dilakukannya. Asalkan memang tim lawan yang sedang dikejar oleh Barcelona bermain tidak stabil dan selalu mengalami kegagalan di setiap pertandingannya. Sebelumnya telah diberitakan mengenai Alves yang sangat setia untuk timnya. Selalu banyak cerita yang terungkap dari klub kenamaan Eropa ini. Beberapa saat yang lalu klub ini tengah digemparkan oleh gonjang-ganjing masa perpanjangan kontrak pelatihnya yakni Pep Guardiola. Kini klub yang sering disapa Barca ini kembali menghadiirkan cerita tentang kesetiaan salah satu punggawanya.
Salah satu punggawa yang telah mendedikasikan kariernya untu Nou Camp adalah Dani Alves. Pemain yang satu ini memang harus diacungi jempol masalah kesetiaannya dengan klub yang juga mengasuh Lionel Messi ini. Dani Alves yang sudah terikat kontrak di Nou Camp sejak empat tahun ini kabarnya menginginkan untuk memperpanjang kariernya di Nou Camp hingga Dani memutuskan untuk gantung sepatu. Nama Dani Alves tercatat menjadi salah satu boomber Barcelona semenjak Juli 2008 lalu. Saat pertama kali dikontrak ia masih berusia 24 tahun, kini di usianya yang hampir menginjak 28 tahun, Dani menuturkan bahwa dirinya mengaku sangat menginginkan kariernya di Barcelona terus diperpanjang hingga ia gantung sepatu.
Empat tahun yang lalu,pemain dari negeri samba ini diboyong oleh Pep Guardiola dengan nominal 40 juta Euro. Dengan nominal yang tidak kecil ini, Dani benar-benar membuktikan ketangkasannya mengolah si kulit bundar. Karier Dani Alves di Barcelona memang sudah diakui kelihaiannya. Selama empat tahun bersama Pep Guardioa, Dani dapat menyeimbangkan bakat-bakatnya dengan pola kepelatihan di Barcelona.Dalam konferensinya beberapa saat yang lalu, Dani Alves menuturkan bahwa dirinya merasa sangat nyaman di Barcelona. Dani menuturkan bahwa Barcelona adalah sebuah klub yang sangat relevan dan baik. Apalagi dengan pola kepelatihan Pep Guardiola, Dani merasa sangat nyaman. Pasalnya dengan pola didik Pep, Dani merasa bakat-bakat yang belum berkembang semakin terasah dengan baik.
Memang telah banyak sakali beberapa klub yang memuji penampilan atau perform dari klub raksasa Eropa yang khusunya di kawasan Spanyol. Di mana gemparnya para pemain legenda pihak Real Madrid itu di karenakan adanya perkumpulan untuk merayakan hari jadi klub Real Madrid yang ke 110 pada tanggal 6 Maret 2012 tepatnya hari Selasa kemarin. Di situ dalam acara yang penuh ceria itu, para pemain leganda dari tim Real Madrid menyatakan rasa bangganya karena pernah manjadi bagian keluarga dari Los Blancos yang merupakan julukan untuk tim Real Madrid. Menurut catatan yang ada di pihak Real Madrid, tim itu di didirikan pada tanggal 6 Maret 1902, Dan hingga dalam perkembangannya tim Real Madrid pada saat ini merupakan salah satu tim yang paling sukses yang ada di dunia.
Dalam sebuah perkataan yang di ungkapkan oleh Francisco Gento, dia nampaknya juga mengatakan sesuatu yang telah membuat klub Real Madrid menjadi besar ialah yang tak lain lagi para pihak yang ada tak pernah merasakan menyerah, di situ selalu berada di atas. Di situ si Alfredo Di Stefano tercatat rekornya dengan mencetak gol sebanyak 216 kali dari 282 pertandingan liga yang telah dia jalaninya. Dan di dalam catatan prestasinya Alfredo Di Stefano juga banyak membantu pihak Real Madrid dalam meraih 5 gelar dari ajang Liga Champion dengan cara yang beruntun dan juga ada 8 gelar dari ajang La Liga. Dan banyak juga para pemain legenda lainnya yang turut merasa bangga dengan tim itu. Seperti halnya Francisco Gento. Dia mengatakan bahwa konsistensi di dalam permainan telah bisa mengubah Madrid menjadi sebuah tim yang amat unik sekali dalam olahraga sepak bola.
Dan dia pun merasa bangga sekali karena dulunya pernah bermain di situ, yang mana pada saat bertepatan dengan klub Real Madrid bisa menjuarai ajang Liga Champion sebanyak 5 kali secara beruntun. Dan Francisco Gento juga melanjutakan bahwa dia berfikir tak kan ada klub lain yang bisa melakukan apa yang di lakukan Real Madrid. Dan dari itulah klub itu di kenal sebagai klub yang unik dan amat special. Dan juga di situ di sebutkan bahwa tim Real Madrid nyatanya telah mendapatkan gelar sebanyak 60 kali.
Yang mana bila di rinci di situ ada 31 gelar dari ajang La Liga dan juga 9 trofi pada ajang Liga Champion. Dan salah satu pemain legenda dari tim Real Madrid yang bernama Alfredo Di Stefano pada sebuah media mengatakan bahwa tim Real Madrid punya suatu Ideologo yaitu dengan selalu menang, menang, dan menang lagi. Alfredo Di Stefano adalah pemain tim Real Madrid yang dulunya itu merupakan salah satu pemain yang paling hebat di El Real. Memang Real Madrid merupakan klub yang cukup dikenal dengan baik oleh seluruh klub yang ada di dunia dan prestasi yang didapatkan juga merupakan hasil dari kerja keras yang maksimal.
Page 1 of 10:1 2 3 4 5 6 » Last »